Rapuh, semakin kurapuh
Belaimu remukkanku
Kau berdusta untuk pergi
Aku hilang daya
Pingsan tak siuman
Diam membisu tak berkata
Sedih...
Tak tahu ini apa
Perasaan hebat yang menerjang
Seperti ombak menerjang karang
Aku yakin aku kuat
Tapi kali ini ia lebih kuat
Aku karang dan ia ombak
Sesekali aku mampu
Dan aku tetap bisa hancur
Sedih...
Kau ingkari janjimu untuk pergi
Tapi kau datang menyapa lagi
Aku tak mampu menahan rasa sakit yang telah kau berikan
Aku rapuh dan belum siuman








wahai rembulan,
BalasHapuswahai bintang,
tidakkah kau sadar, langit telah memilihmu
menjadi salah satu hiasannya
apakah kau akan kalah oleh gerhana, karena dia takkan lama
apakah kau akan kalah oleh mendung karena ia kan sirna
ku rasakan semua resahmu,
ku "nikmati" semua galaumu
bahkan kalau bisa, kan ku ambil alih sakitmu
namun itu tidak mungkin,
karena pena langit telah memilihmu
langit menyukai kecantikanmu
ingin ku jadi sayap dalam rapuhmu
ingin ku jadi akar bagi pohonmu
ingin ku jadi oase bagi gurunmu
ingin ku menjadi pelangi bagi hujanmu
ingin ku menjadi awan putih bagi mendungmu
hingga ku yakin
amanah langit mampu kau tunaikan dengan baik
dan aku juga menemui langit dengan senyum
semoga...
hanya ALLAH kekuatan kita
(raja di hatimu)