Di dunia ini kehidupan manusia sangat beragam. Aku menyadari dan sangat menyadari. Variasinya tak hanya satu dua macam. Ada berjuta, berpuluh juta, beratus juta, beribu juta, bahkan tak terhingga. Mungkin hanya Tuhan yang tahu. Kehidupan itu, sangat pahit, pahit, agak manis, manis, hingga sangat manis. Dan itu untuk manusia. Lantas, bagaimana tanggapan manusia mengenai "jatah" hidupnya???
Manusia, memiliki garis kehidupan masing-masing. Mereka tak semuanya bisa mensyukuri apa arti kehidupan yang sebenarnya sangat berarti. Mereka tak tahu bahwa arti hidup itu sangat dalam. Banyak kutemui manusia-manusia kaya yang masih serakah, dzalim, dan masih kurang atas semua yang ia miliki. Memang sifat manusia itu tak pernah puas. Namun, ketidakpuasan itu semestinya berbatas dan ada pada tempatnya. Ketidakpuasan manusia terhadap ilmu yang dimiliki jauh lebih baik daripada kepuasan terhadap kekayaan yang mereka miliki. Boleh kita lihat lagi manusia-manusia kaya. Mereka serakah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta yang lebih. Meskipun aku tak juga memungkiri bahwa banyak pula manusia kaya yang bisa memaknai hidupnya dengan baik. Dan kehidupan mereka biasanya akan selalu bertahan baik, penuh berkah dan penuh kebahagiaan. Berbeda dengan manusia kaya yang kurang bisa memaknai hidup. Biasanya kekayaan mereka tak bertahan dan kehidupannya memiliki sisi susah karena kebahagiaannya tak mutlak ada karena berkah yang ada. Lalu, bagaimana dengan manusia yang hidup dalam kekurangan? Tak jauh berbeda. Bagi yang bisa memaknai kehidupan, hidupnya akan bahagia dan tenang meskipun mereka dilanda kesusahan. Mereka akan ringan menjalani hidup mereka yang sebenarnya berat dan mereka akan jauh terlihat kaya akan ketulusan, cinta, dan bahagia. Namun untuk mereka yang merasa terpuruk, akan senantiasa berkubang dalam kesusahan dan tak akan meningkat taraf hidupnya. Mereka tak akan mendapatkan kesempurnaan dan keindahan hidup dari hidup mereka. Mereka akan banyak keluhan mengenai hidup dan akan semakin terpuruk juga.
Aku meninjau lagi dari sisi kesehatan. Mereka yang sakit tapi bersemangat, lebih baik daripada mereka yang sangat sehat tapi patah semangat. Menurutku, sesungguhnya orang sehat tapi patah aranglah yang sakit. Mereka yang sakit tapi selalu semangat dan mau bangkitlah yang memiliki kesehatan yang abadi. Penyakit dalam arti medis yang diidap sesungguhnya bisa dikalahkan dan memang harus dikalahkan. Tak sepantasnya, manusia yang memiliki akal pikiran bisa kalah dan terpuruk dalam penyakitnya. Biarpun dokter mengatakan tak ada obat dan tak bisa sembuh penyakit itu, jika direnungkan lagi, itu sangat salah! Obat sesungguhnya adalah obat dari diri kita sendiri, dari pikiran, dari sugesti diri sendiri. Semakin menyerah, semakin nista seorang manusia terhadap sebuah penyakit. Tetapi semakin kuat manusia itu memiliki kepercayaan, maka semakin kalahlah sakit yang diderita. Di dunia ini tak ada yang abadi. Jadi tak perlulah meratapi apa yang menyedihkan, selalu menganggap bisa dihadapi akan menjadi solusi dari semua. Tuhan tidak tidur dan tidak pernah tidur. Tuhan beri cobaan, pasti beri jalan. Tak ada yang mustahil di dunia ini.
Intinya, nasib yang telah digariskan di dunia ini pasti ada start dan finishnya. Ada rintangan pasti ada jalan keluarnya. Sesulit apapun, semudah apapun, tergantung seorang manusia yang menjalani kehidupannya itu. Akhir baik atau buruknya, ada di tangan sang pemilik nasib. Tuhan hanya menggariskan apa yang harus terjadi. Selebihnya, manusia yang menyikapi dan menjalani.
Bagaimana kalian menjalani hidup kalian? Merasa menyenangkan? atau menyesakkan? Segeralah beri sentuhan perubahan dalam hidup sebelum kalian memang benar-benar menyesali hidup kalian....!!!^_^







