Selasa, 16 Agustus 2011

Ini BUKAN Catatan Kegalauan Hati, cuma Sedikit Ungkapan Hatiku Saja

Aku hari ini masih sebagai aku yang dulu, dan sampai kapanpun akan begitu. Jika kalian merasa aku berubah, sedikit atau banyak berubah, percayalah, aku berubah untuk memperbaiki kehidupanku.

Jika kau belum mengenalku, namaku Prita, panggil saja demikian karena di akta lahirku berbunyi demikian, 20 tahun lalu hingga sekarang masih dengan nama yang sama. Aku anak pertama, dituntut mandiri, tapi alhamdulillah aku tahu bagaimana rasanya bahagia. Setiap hari aku merasakannya. Ya, setiap hari kecuali pada saat aku melihat orang-orang yang kucintai tak bahagia karenaku. Seperti saat itu, saat aku terbaring lemah mendapatkan kado luar biasa yang sampai saat ini masih bersemayam di dalam sana. LUPUS, medis menyebutnya SLE. Terlalu memusingkan memang, jika mereka yang tidak mau mengerti harus berurusan denganku. Ribet dan aku dianggap NOL karena mungkin menurut mereka aku nggak bisa apa-apa. Tapi di sisi lain, aku memiliki keluarga, sahabat, bahkan kekasih yang sangat bisa membantuku meskipun aku tak memerlukan bantuan. Make it simple, babe! :)Bagaimana deskripsi kalian tentangku? Aku harap kalian melihatku baik-baik saja, meskipun itu memang hanya kesan pertama. Aku mencoba kuat dan harus kuat. Bisa berdiri tegak dengan pandangan mantap ke depan seperti sekarang bukan tanpa proses. Aku juga mengalami pasang surut semangat. Yang paling parahpun pernah, putus asa. Yah, saat itu aku masih jauh belia dari sekarang. Belum bisa kontrol emosi dengan baik. Sering pingsan jika harus tertekan. Ironisnya, aku harus berurusan dengan tekanan seperti itu tiap hari. Fine, habislah aku!

Keadaan yang seperti itu aku nikmati hingga akhirnya aku menemukan teman seperjuangan yang mampu buatku lebih bersyukur. Alhamdulillah, semakin hari berkah Allah aku dapatkan semakin banyak. Tapi tak berhenti sampai di sini saja. Kenikmatan juga bukan berarti tanpa cobaan. Beberapa kali mengalami drop dan impian remisi'pun semakin menjadi bayang-bayang. Hanya tiga kata, sabar, doa, dan usaha. Tanggung jawabku akan besar nantinya di keluargaku, maka Ya Allah, semoga aku berjodoh dengannya dan ia memang tepat untukku dan untuk keluargaku. Amiin. Sampai saat inipun aku masih selalu berusaha, tidak akan berhenti demikian. Kupacu semangatku, hingga aku mampu mengerjakan hal yang di luar dugaanku. Dulu aku pernah berangan menjadi manusia yang multi talent. Bukan hanya secara intelektual, tapi juga mencakup semua aspek kehidupan terutama sosial. Aku ingin bermanfaat untuk mereka. Aku mengerti aku terbatas, aku tak tahu Allah memberikan jatah usia padaku berapa lama. (Semoga aku panjang umur dalam berkah yang luar biasa). Namun aku tetap ingin bisa, setidaknya pernah bermanfaat buat mereka. Simply, dari yang paling sederhana bermanfaat untuk keluarga, teman/sahabat/kekasih hati, hingga untuk Indonesia. Dari hal kecil untuk luar biasa. Karena aku luar biasa. Keadaanku luar biasa. Ibuku, bapakku, adikku, mereka juga luar biasa. Siaga kapanpun aku butuh. Aku tahu aku tak bisa terus merepotkan kalian, aku janji aku akan membawa kabar gembira buat kalian. Aku selalu ingat pesan-pesan yang telah kau bekalkan padaku. Semoga cinta kalian akan dibalas dengan sesuatu yang tak ternilai harganya. Luar biasa sayangku pada keluargaku. Teman-temanku, semuanya! Dari yang sering kujadikan sandaran menangis, sampai teman dalam berseni dan bersenang-senang, dalam menulis, bernyanyi, hingga having fun melepas penat. Aku sayang kalian semua, semoga Allah akan selalu memberikan kalian kemudahan arena kalian memudahkanku :). My beloved yang biasa ku panggil "Mas" dan aku memanggilnya dengan sepenuh hatiku, tidak dengan cara biasa. Aku suka, aku sangat suka semua yang ada padamu. Meskipun banyak hal yang masih perlu diselaraskan, tapi kau begitu luar biasa. Semoga kau juga selalu diberikan kemudahan. Semoga beasiswa dan semua agenda yang telah kau rancang sedemikian rupa bisa berjalan dengan baik sesuai rencana, termasuk membawaku ke kampung halamanmu untuk lebih "mengenal". Aku percaya, jalan pasti selalu ada jika kita berusaha mencarinya atau, mencetuskannya. Selanjutnya Prof. Zainal yang mendampingiku dalam memantau keadaan kesehatanku. Pof. Didik yang berjasa dan sangat berjasa dalam mengerucutkan keanehan pada saat itu. Tante Endah yang membantu memberikan resep agar aku tetap terlihat cantik bersama kupu-kupu di pipiku. Tak apa, aku cukup percaya diri meskipun kulit wajahku bertato seperti ini, suatu saat nanti ia akan terbang dan tidur tidak menggangguku lagi. AKU PERCAYA ITU. Hingga aku bertemu dengan dokter pengganti Prof. Zainal, dr. Arief, terimakasih telah menjembatani untuk konsep komunitas yang akan segera dirintis. Terima kasih juga buat semua pihak termasuk sahabat ODAPUS yang nggak bisa satu persatu di list disini. Yang selalu aku percaya. Allah adalah dzat yang luar biasa sempurna. DIA Esa tapi memiliki sejuta rencana yang luar biasa pula. Nanti, kapanpun itu, rencana indah dan lebih indah lagi akan kukecap. Thanks Allah, aku mencintaiMu di atas segalanya. :)


Rabu, 17 November 2010

Sepenggal Rasa

Wahai embun yang menyejukkan hati
Sirami aku dengan dinginnya butirmu
Bawa aku tenggelam dalam sang subuh menenangkan

Wahai mentari yang ramah menyapa
Hangatkan aku dalam dingin ruang berbesi
Sinari gelapnya sudut ruang hati

Wahai angin yang lembut menerpa
Segarnya sejukmu melunakkan sisi keras jiwa
Meredamkan amarah yang membara

Wahai bintang yang berkerlip mesra
Cahyamu indah hiasi langit hitamku
Temani sepiku bersama kerlinganmu

Wahai engkau yang kumaui ada
Aku merepih dalam kesedihan