Senin, 27 September 2010

Tiga Tahunku Bersamanya

Hari ini tepat tiga tahun si Luppy bersemayam dengan nyamannya di tubuhku. Banyak hal yang membuatku bersyukur. Meskipun kabar remisi belum kudapat tetapi aku dapat merasakan bahwa aku hampir kembali di kala Luppy masih jauh dariku. Penyesuaian, sehingga mungkin aku semakin enjoy saja. Tablet immunosupresan hingga detik ini masih setia ku konsumsi meskipun kemarin sempat malas memakannya. Hahha! Beginilah manusia yang seenaknya. Aku nggak mau lagi drop, kambuh, flare up, atau apalah sebutannya. Aku tak tega melihat kekhawatiran mereka yang senantiasa ada untukku. Memang pada dasanya aku masih rentan terhadap kelabilan emosi dan kondisi badan. Namun aku mencoba saja untuk kuat. Ketika ku tetap jatuh, aku akan mengurangi frekuensi kegiatan yang kulakukan. Luppy, panggilan kesayangan untuk si Lupus yang super duper antik itu memang menjengkelkan. Kadang oke, sering trouble. Hmmm, mungkin memang belum bisa terkontrol. Rencana bulan depan ke lab untuk cek mandiri. Lihat Hb, LED, dan beberapa rujukan lain yang menunjukkan stabil tidaknya tubuhku. Bismillah, aku bisa menjalani ini hingga finish nanti.

Sabtu, 18 September 2010

Song for Love

Hi you
Somebody who love me
Fill my heart with song
Let me sing for ever more
Fly me to the moon
Let me sing among those stars
You're all I long for
All worship and adore
Hold my hand
Tell me love
Please be true

Minggu, 12 September 2010

Sweet Love

Show me a river that's so deep
Show me a mountain so high
I'll show you love that will last forever
Flying high, so high

Show me a place where dreams of a dreamer
And all the things you wish come true
I'd wish the world had all happy people
Then there'd be no wishing to do
Sweet love, oh sweet love
Give my live so much meaning

I know you're certain for this love
A little peace and understanding
Sweetest love

Senin, 06 September 2010

Satu Bintang

Dalam kerinduan
Ku meniti air mengalir menuju pelangi malam
Bidadari-bidadari anggun menyapaku dan menuntunku
Aku terbang dan melihat indahnya langit malam penuh bintang
Kutunjuk satu
Kupetik ia
Bintang perak yang kuingin untukmu
Kan kujaga, slalu kujaga dari tangan mereka yang menginginkannya
Bintang ini cermin hatiku
Satu hatiku untuk seorang Raja hatiku

Wahai hati yang ingin kusinggahi
Ketika kuketuk nanti
Bukakan lebih khusus lagi untukku
Kan kutitipkan bintang ini padamu
Obati segenap kerinduanku dan sakitmu karenaku
Wahai kau Raja yang luar biasa
Akulah Ratu yang inginkan bersamamu

Ketika Kau Menyapa

Rapuh, semakin kurapuh
Belaimu remukkanku
Kau berdusta untuk pergi
Aku hilang daya
Pingsan tak siuman
Diam membisu tak berkata
Sedih...
Tak tahu ini apa
Perasaan hebat yang menerjang
Seperti ombak menerjang karang
Aku yakin aku kuat
Tapi kali ini ia lebih kuat
Aku karang dan ia ombak
Sesekali aku mampu
Dan aku tetap bisa hancur
Sedih...
Kau ingkari janjimu untuk pergi
Tapi kau datang menyapa lagi
Aku tak mampu menahan rasa sakit yang telah kau berikan
Aku rapuh dan belum siuman