Sabtu, 16 Januari 2010

Greeting

Assalamu'alaikum.....

Perkenalkan, aku Prita. Aku seorang ODAPUS. Aku berusia 18tahun. Sejak usiaku 16tahun, aku divonis LUPUS. Manis pahit selama menjadi odapus sudah kukecap. Lebih banyak pahitnya juga sih,hehehe. Tapi, satu hal yang harus selalu tumbuh dan ada dalam hidupku adalah harapan dan semangat. Mereka berdua selalu membantuku hidup, membantuku merasa berarti, membantuku fight dalam segala cobaan yang Allah berikan. Aku sudah biasa merasakan sakit. Hampir setiap hari si Lupie, panggilan akrab kepada Lupusku, menggelitiki persedianku hingga tak jarang aktivitasku tergaggu. Hanya bisikan-bisikan positiflah yang selalu kuucapkan kepada diriku sendiri. Kontrol emosi dan mind set berfikir optimislah yang paling mujarab meredakan nyeri sendi yang biasa menyerang. Aku sadar, mobilitasku terbatas. Tapi aku tetap tak ingin merasa dibatasi. Aku selalu berusaha aktif dalam kegiatan. Baik di kampus maupun di rumah.
Alhamdulillah aku memiliki lingkungan yang positif juga. Keluargaku, ada bapak dan bunda yang selalu support aku dari sisi moral dan materi. Beliau bekerja demi anak-anaknya termasuk aku. Aku bahagia sekali dihadirkan Allah diantara keluargaku saat ini. Benar-benar kurasakan kehangatan, kasih sayang, menghormati, dan pengorbanan yang begitu kental. Bapak, yang seharusnya kubantu setiap menit justru berbalik membantuku setiap detik. Aku yaang sudah sebesar ini masih beliau manjakan, masih beliau jaga seperti aku masih kecil dulu. Beliau rela bangun malam dan menjagaku, memberikan obat, dan merawatku ketika aku saki. Subhanallah! Sungguh agung jasamu, Bapak. Aku mencintaimu. Aku sendiri tak tau bagaimana cara membalas jasamu itu. Bunda, yang melahirkanku. Hingga sebesar inipun aku belum bisa menjadi apa yang beliau inginkan. Tapi beliau juga seperti bapak. Menjadi pelindungku, selimut jiwaku. Beliau rela melakukan apapun demi aku, kesembuhanku. Adikku, jarak usia kami hampir 4tahun. Tapi sekarang kami sudah sama-sama bukan anak-anak lagi. Dia selalu kuajak sharing ketika aku memiliki masalah. Begitu besar hatinya. Ia rela mengalah demi aku yang notabene adalah kakaknya. Dia yang menjadi pengganti bunda jika bunda sedang bekerja. Aku juga sangat menyanginya. Tak ada adik yang sebaik dirinya. Bahkan terkesan ia lebih dewasa dibandingkan aku.
Di luar keluarga aku memiliki teman-teman yang positif. Mereka tanpa henti menyemangatiku. Mereka dengan senang hati membantuku. Mereka banyak memberi informasi mengenai lupus. Mereka juga banyak membantuku dalam belajar, akademisku. Mereka memberiku banyak referensi mengenai matapelajaran (SMA) maupun matakuliah (PT). Aku seperti merasa begitu beruntung. Lewat sakitku, banyak orang yang semakin menyayangiku.
Masih banyak lagi pihak-pihak yang sangat antensi terhadapku. Kerabat dari orang tuaku, dari keluarga besarku, dari teman-temanku. Mereka sangat andil dalam kesehatanku. Thanks all.
Lewat blog ini aku ingin berbagi info, berbagi perasaan, dan berbagi pengalaman kepada siapapun. Baik odapus maupun pemerhatinya. Aku ingin sharing mengenai segala sesuatu. Bisa mengenai Lupus atau diluar itu. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum....

4 komentar:

  1. subhanallahh....
    so cool...
    tetap tabah dan berjuank ea!!
    ga ada pnyakit yg gda obatna koq!!
    yakin itu!!

    BalasHapus
  2. semangaaaaaaaaaaat

    BalasHapus
  3. ass
    ojo di gawe nesu yo
    ku muk guyonan
    kalem wae

    BalasHapus